Strategi Menggunakan Bollinger Band

Strategi Menggunakan Bollinger Band
Bollinger Band

Strategi Bollinger Band merupakan salah satu cara untuk memaksimalkan dana tradingmu adalah dengan menerapkan strategi-strategi jitu dalam membaca beragam analisa trading.

Selain memahami analisa fundamental dan analisa teknikal trading, kamu juga bisa menggunakan indikator Bollinger Bands untuk meraup untung lebih.

Melalui artikel ini, kamu tidak hanya akan mendapatkan informasi umum seputar Bollinger Bands, tetapi juga akan mempelajari trik jitu memaksimalkannya untuk keuntungan aktivitas trading-mu.

Apa Itu Bollinger Bands?

Bollinger Bands adalah indikator teknikal yang sangat populer dan banyak digunakan oleh para trader. Indikator ini diciptakan oleh John Bollinger pada awal tahun 1980-an.

Indikator ini bisa kamu terapkan di semua pasar trading termasuk trading ekuitas, forex, dan komoditas.

Teknik besutan John Bollinger ini juga bisa digunakan untuk beragam jenis kerangka waktu aktivitas finansial mulai dari periode jangka waktu panjang, jangka waktu pendek, hingga periode jangka waktu singkat seperti per jam.

Bollinger menampilkan pergerakan harga secara relatif terhadap volatilitas harga di pasar. Dengan menggunakan teknik ini, trader bisa mendapatkan informasi tentang apakah harga sedang di titik jenuh beli (overbought) atau di titik jenuh jual (oversold).

Kamu bisa mengenali indikator Bollinger Bands yang ditunjukkan dengan dua pita yang ditarik ke dalam dan sekitar struktur pergerakan harga komoditas yang diperdagangkan seperti saham atau forex.

Baca Juga : 4 Strategi Trading Forex

Fungsi Bollinger Bands

Secara umum, fungsi Bollinger bisa digunakan untuk tiga hal, yaitu

1. Mendeteksi Volatilitas Pasar

Salah satu fungsi utama teknik ini adalah mendeteksi volatilitas pasar. Bollinger Band bergerak naik bersama dengan meningkatnya volatilitas harga pasar, dan sebaliknya akan bergerak turun bersama dengan penurunan volatilitas .

Bisa dikatakan, teknik ini dapat mendeteksi seberapa dekat harga bergerak terhadap titik tertingginya atau titik terendahnya.

Bands juga akan melebar apabila volatilitas sedang berada di posisi tinggi dan harga bergerak secara fluktuatif.

Akan tetapi, bila volatilitas melemah atau harga cenderung berada dalam satu kisaran tertentu (sideway), maka Bollinger Bands juga akan turun dengan cepat.

2. Mendeteksi Tren Titik Pembalikan (Reversal Trend)

Bollinger Band bisa membantu untuk mendeteksi titik pembalikan tren atau Reversal Trend. Seperti yang telah disebutkan di atas, bahwa garis Bollinger Bands ini bisa berfluktuasi sesuai dengan volatilitas pasar.

Ketika titik pembalikan tren terjadi, maka volatilitas pun akan mengalami peningkatan dan garis Bollinger Band akan semakin melebar lagi.

Dari situ kamu bisa mengetahui sebuah Reversal Trend telah terbentuk ketika harga berhasil memotong keluar pita yang berada di di bagian atas (Upper Band) dan pita yang berada di bagian bawah (Lower Band).

3. Mendeteksi Overbought dan Oversold

Fungsi lainnya juga bisa mendeteksi apakah harga sedang di titik jenuh beli (overbought) atau titik jenuh jual (oversold). Kamu bisa melihatnya dari pergerakan indikator yang ada pada grafik.

Overbought terjadi ketika harga telah mencapai titik tertingginya, namun masih dalam keadaan uptrend. Sedangkan oversold bisa dilihat ketika harga memasuki titik batas bawahnya, dan sedang dalam keadaan downtrend.

Indikator Bollinger Bands

Cara membaca Strategi Bollinger Band adalah dengan memantauan pergerakan harga yang ditunjukkan dengan tiga pita (band) indikator bollinger band utama. Satu pita berada di tengah, dan dua pita lainnya berada bagian atas dan bawah.

Berikut ini adalah indikator Bollinger band:

  • Upper Band: indikator pita yang berada di bagian atas
  • Middle Band: indikator pita yang berada di tengah
  • Lower Band: indikator pita yang berada di bagian bawah

Dari ketiganya, Upper dan Lower Band dapat digunakan sebagai indikator Bollinger support dan resistance. Untuk itu, Upper Band sering juga disebut dengan resisten, sementara Lower Band sering juga disebut dengan support.

Ketika harga sedang uptrend, maka lokasi Upper Band akan menjadi resisten untuk dipasang order sell. Sebaliknya, saat harga sedang downtrend, maka lokasi Lower Band bisa menjadi support untuk melakukan order buy.

Bollinger Band 3

Trik Raih Untung dengan Strategi Bollinger Band

Setelah mengetahui pengertian dan fungsinya, sekarang kamu bisa mencoba Strategi Bollinger Band dengan bantuan indikator teknikal ini.

Cara menggunakan Strategi Bollinger Band dalam trading dibedakan menjadi dua, yaitu:

Sell Signal

Sinyal posisi jual (sell) akan muncul ketika harga sudah menyentuh upper band, dengan indikasi potensi harga akan melemah beberapa hari mendatang.

Posisi ini dianggap overbought, di mana harga aset sudah menyentuh titik tertinggi dan akan mengalami pullback atau penurunan.

Buy Signal

Sedangkan sinyal posisi beli (buy) akan terlihat ketika harga sudah menyentuh lower band, dengan indikasi potensi harga mengalami penguatan di kemudian hari.

Posisi ini dianggap oversold, di mana harga aset sudah menyentuh titik terendah dan diprediksi akan mengalami kenaikan harga.

Strategi Cara Membaca Bollinger Bands

Banyak trader yang sukses meraup keuntungan dengan memanfaatkan rahasia Bollinger Bands yang diklaim ampuh dan mudah untuk diterapkan. Strategi rahasia ini biasanya disebut dengan strategi Bands SqueezeBounce atau Breakout.

Bollinger Bands Squeeze

Sering terjadi situasi di mana harga berada dalam kondisi ranging (sideways), dan jarak antara upper band dan lower band cenderung menyempit. Hal ini menunjukkan pasar sedang sepi dan para pelaku pasar masih ragu-ragu untuk melakukan aksi beli atau jual.

Situasi seperti ini disebut Bollinger Bands Squeeze yang akan menjadi sinyal yang menunjukkan breakout akan terjadi dalam waktu dekat, dan kamu bisa menentukan target harga dengan melihat jarak antara upper band dan lower band.

Strategi Bolinger Bounce Trading

Strategi Bollinger Band ini memanfaatkan posisi upper band dan lower band sebagai area support dan resistance. Target dalam strategi ini adalah area middle band.

Harga cenderung akan memantul kembali ke middle band yang berada di tengah setelah mencapai posisi upper atau lower band. Kamu bisa memanfaatkan posisi ini untuk mencari entry point.

Kamu juga bisa mencari posisi buy di area lower band atau mencari posisi sell di area upper band untuk mendapatkan keuntungan di sekitar middle band.

Strategi Bollinger Breakout Trading

Kondisi ini terjadi ketika harga berhasil melewati upper band atau lower band setelah sebelumnya dalam kondisi sideways.

Dalam strategi Breakout Trading, trader biasanya akan melakukan aksi beli atau jual ketika breakout tersebut sudah terkonfirmasi.

Dalam strategi ini, tingkat supply dan demand memiliki level kekuatan yang sama sehingga pergerakan harga relatif dalam range yang sempit dan akan berdampak pada penyempitan bollinger band.

Breakout yang terjadi, biasanya diikuti oleh Bands yang secara cepat melebar dan pada saat yang bersamaan harga juga menembus band atas atau band bawah.

Nah, kondisi ini menjadi aba-aba untuk kamu segera melakukan aksi penting terhadap posisi trading-mu.

Jika angka pasar akhirnya menembus upper band, kamu bisa mengambil strategi memasang posisi order buy. Sebaliknya kalau angka pasar justru menembus lower band, kamu bisa memasang posisi order sell untuk dapat untung.

Trading menjadi salah satu aktivitas finansial dengan potensi keuntungan besar yang bisa dilakukan dengan memanfaatkan banyak strategi. Kamu gak perlu pusing memilah-milih strategi mana yang tapat untuk digunakan dalam kondisi trading tertentu.

Jadi, itulah informasi yang perlu kamu pahami sebagai seorang trader seputar Strategi menggunakan analisa Bollinger Band. 

Kamu bisa mempelajari beragam pola lainnya sekaligus mendapatkan update terbaru seputar trading di Blog Forex.

Baca Juga : BONUS TRADING DARI VALASTRADING